SMA Negeri Saengga terus berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan peduli lingkungan melalui program “Pengolahan Sampah: Pemanfaatan Botol dan Sampah Plastik Menjadi Ecobrick”. Program ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus solusi praktis dalam mengurangi dampak sampah plastik yang sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan. Melalui program ini, sekolah mengajak seluruh warga sekolah untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan.
Sebagai langkah awal, sekolah mengadakan sosialisasi tentang ecobrick kepada duta Adiwiyata dan pengurus OSIS pada 16 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya sampah plastik, manfaat ecobrick, serta teknik pembuatannya. Ecobrick merupakan botol plastik bekas yang diisi dengan sampah plastik bersih dan kering hingga padat sehingga dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang berguna dan ramah lingkungan.
Setelah sosialisasi, duta Adiwiyata dan pengurus OSIS mendapat penugasan membuat ecobrick pada 17–24 April 2026. Siswa mengumpulkan sampah plastik dari rumah maupun lingkungan sekolah, kemudian membersihkan dan mengeringkannya sebelum dimasukkan ke dalam botol plastik. Sampah dipadatkan menggunakan tongkat kayu agar menghasilkan ecobrick yang kuat dan berkualitas baik. Kegiatan ini melatih siswa untuk disiplin, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Pada 25 April 2026, dilakukan finalisasi karya ecobrick bersama guru-guru pembimbing. Guru melakukan pengecekan kualitas dan memberikan arahan terkait pemanfaatan ecobrick sebagai kursi, meja, pot tanaman, dekorasi taman, dan berbagai karya kreatif lainnya. Program ini juga mendukung penerapan prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle.
Melalui program ecobrick, SMA Negeri Saengga berharap dapat menumbuhkan budaya peduli lingkungan serta meningkatkan kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.